Desa Wisata di Jogja

Tidak hanya populer akan budayanya yang kaya, Jogja juga begitu akrab dengan alam yang indah dan mempesona. Saat berlibur ke Jogja, belum afdal rasanya jika tidak memanjakan mata dan pikiran dengan menikmati panorama yang banyak disimpan oleh kota berjuluk Kota Pelajar ini. Oleh karena itu, kamu harus sesekali mencoba pengalaman dengan berkunjung ke desa wisata yang ada di Jogja.

Berbagai kegiatan seru dan anti mainstrem bisa dilakukan di desa wisata ini. Kamu bisa memetik buah langsung dari pohon, menanam padi, bahkan hingga membuat kerajinan dari gerabah diajari oleh pengrajinnya langsung. Sebagai referensi, berikut ini kelima desa wisata yang wajib disambangi saat kamu berkunjung ke Jogja.

1. Bejiharjo

bejiharjo

Kabupaten Gunungkidul mempunyai desa wisata unggulan bernama Bejiharjo. Desa ini menyimpan segudang kekayaan alam seperti persawahan, goa, dan sungai. Aksesori alam yang berlimpah di desa Bejiharjo begitu mendukung aneka kegiatan menyenangkan. Saat berada di desa ini, kamu akan dibuat riang karena bisa menyatu dengan alam.

Desa Bejiharjo tentu mempunyai objek wisata andalannya. Setiap pengunjung bisa menyicip pengalaman menyusuri sungai sejauh 2 kilometer menggunakan ban karet layaknya sedang berarung jeram. Selain menikmati kesejukan alam yang mempesona, di desa ini wisatawan juga bisa menengok kembali sejarah dari Situs Sokoliman untuk mengenali kehidupan di zaman Megalitik.

Baca Juga : Tempat Liburan untuk Melihat Sunset di Jogja

Selain wisata edukasi, Bejiharjo tidak ingin menghilangkan kesan Jogja sebagai Kota Budaya. Karena itu, pengunjung juga dapat mengakses budaya Indonesia seperti Wayang Beber Mangunjoyo, Doger, Gejog Lesung, dan sebagainya di tempat ini. Bukan itu saja, di tempat ini wisatawan juga dapat melihat langsung proses pembuatan belangkon atau penyulingan minyak kayu putih.

2. Kembang Arum

Kembang Arum

Kembang Arum merupakan salah satu desa wisata nomor satu yang ada di Jogja. Dahulu, desa ini termasuk desa yang miskin. Namun, berkat kerjasama warga dan pihak pemerintah dalam membangun kembali desa ini, Kembang Arum kemudian menjelma menjadi tujuan wisata alam paling diminati pengunjung yang datang baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Di Kembang Arum, wisatawan bisa melakukan berbagai kegiatan seru, mulai dari outbound, wisata edukasi, wisata budaya, wisata alam, dan wisata keluarga. Di tempat ini tersedia berbagai macam fasilitas untuk memanjakan pengunjung yang datang. Ada rumah tinggal, arena bermain, dan kolam renang. Segudang aktivitas menyenangkan seperti ternak kambing, panen salak, belajar melukis, hingga membajak sawah bisa dilakukan di desa ini.

Tak ketinggalan, Kembang Arum juga mempunyai menu andalan yang dinamakan Dewi Kembar. Apa itu? Dewi Kembar merupakan ikan bakar saus salak yang dibubuhi dengan sambal salak dan oseng-oseng salak. Dengan membayangkannya saja, kamu pasti sangat tertarik dan penasaran dengan rasanya, bukan? Untuk itu, segera siapkan barang-barang bawaan untuk singgah dan bermalam di desa wisata ini.

3. Manding

manding

Manding adalah sentra industri kerajinan kulit yang terletak di Kabupaten Bantul. Buat kamu yang ingin mencari oleh-oleh tahan lama, jangan lupa untuk mampir ke objek wisata satu ini. Di tempat ini, kamu bisa membeli berbagai macam barang yang terbuat dari kulit di setiap galeri yang terdapat di desa ini. Jangan lupa untuk menyiapkan banyak energi karena kamu akan dibuat takjub oleh display barang-barang yang dipamerkan melalui etalase dari setiap toko.

Di tempat ini pula, kamu akan mengetahui kalau industri kulit lokal juga tak kalah bagusnya dengan produk dari luar negeri. Kamu bisa membeli aneka macam barang fashion, seperti jaket, sandal, sepatu, tas, dompet, ikat pinggang, dan berbagai aksesori lain yang tentunya terbuat dari bahan kulit asli.

Baca Juga : Destinasi di Jogja yang Wajib di Kunjungi Saat Ini

Untuk harganya sendiri, kamu tak perlu merogoh kantong dalam-dalam karena setiap barang yang dijajakan memiliki nilai jual lebih murah jika dibandingkan dengan produk-produk yang dijual di mall.

4. Kasongan

desa wisata jogja

Nah, kalau di Kasongan, kamu bisa melihat langsung industri tanah liat yang menghasilkan berbagai macam kebutuhan rumah tangga, seperti guci, asbak, pot tanaman, dan masih banyak lagi. Kamu pun bisa melihat langsung proses pembuatan gerabah dari para pengrajin. Kasongan sendiri telah banyak diliput di media televisi ataupun surat kabar sehingga tak mengherankan jika tempat ini menimbulkan rasa penasaraan dari setiap orang.

Menurut keterangan yang beredar, keahlian yang dimiliki oleh para pengrajin di tempat ini merupakan warisan turun temurun di antara penduduk desa ini. Jika kamu datang ke Jogja dengan kendaraan pribadi, tidak ada salahnya untuk membeli beberapa buah gerabah untuk dijadikan pajangan di rumah. Setiap hasil kerajinan dari tanah liat yang ada di Kasongan dibandrol dengan harga pasaran mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

Salah satu objek gerabah yang paling banyak diincar oleh pelancong adalah patung Loro Bonyo. Selain membeli gerabah, pelancong juga dapat mencoba langsung bagaimana rasanya membuat gerabah dari tanah liat. Atau, jika khawatir pakaian akan kotor, kamu juga bisa turun langsung untuk mewarnai dan melukis gerabah yang telah jadi untuk kemudian dibawa pulang.

5. Tanjung

tanjung

Setiap desa wisata mempunyai potensi yang berbeda-beda. Jika kamu ingin merasakan betapa susahnya proses bertani, kamu harus berkunjung ke desa Tanjung. Desa ini juga disebut dengan desa agraris karena menyediakan area persawahan yang luas. Selain itu, di desa ini juga terdapat susunan alam yang membuatnya semakin pas dijadikan objek wisata sekaligus edukasi mengenai dunia pertanian.

Semenjak dijadikan desa wisata oleh pemrov Yogyakarta, desa Tanjung semakin ramai dikunjungi. Tentu, setiap wisatawan yang menyambangi tempat ini ingin merasakan proses penanaman hingga pemanenan padi. Dari sini pula, banyak pelancong yang kemudian sadar kalau menjadi petani itu bukanlah pekerjaan yang mudah.

Desa Tanjung selalu ramai oleh pelancong dari tanah air. Tak sedikit juga turis yang mampir untuk sekadar belajar bercocok tanam di tempat ini. Sementara pada waktu libur sekolah, orang yang berkunjung ke desa Tanjung semakin membludak.

Berkat ini pula, desa Tanjung kemudian menjadi salah satu desa yang mengajarkan banyak orang perihal menghargai kerja keras tangan-tangan petani yang hingga sekarang masih dipandang remeh oleh sebagian masyarakat perkotaan.

Mungkin salah satu website yang membahas tentang tour bandung bisa direferensikan pada tourbandung.id.

Demikian ulasan mengenai wisata pada kesempatan kali ini, terima kasih sudah meluangkan waktu anda untuk membaca dan semoga ulasan diatas bermanfaat.