moglogger Saya sebagai Search Engine Optimization, CEO, SEO Manager, SEO Analyzer, untuk mengoptimalkan kinerja pada Website.

Mengejutkan! Apa Alasan China Memblokir YouTube di Negaranya?

2 min read

cina blokir youtube

Alasan China Memblokir Youtube – Pada kesempatan kali ini saya hanya ingin memberikan alasan china memblokir youtube. Kenapa negara ini memblokir situs penyedia streaming video itu di tutup di negara cina?. Ulasan tersebut bisa saya rangkum dibawah.

YouTube menjadi media yang paling banyak ditonton perharinya mengalahkan TV. Kalimat ” YouTube lebih dari TV ” memang gak salah lagi dengan melihat kondisi sekarang yang di mana-mana setiap harinya orang akan selalu melihat video-video yang mereka cari di YouTube.

Akan tetapi, tahukah kalian bahwa ada 10 Negara yang melakukan pemblokiran terhadap YouTube di Negaranya? Negara apa saja itu? Brazil, Turki, Jerman, Libya, Thailand, Turkmenistan, China, Korea Utara, Iran dan Pakistan adalah ke 10 Negara yang melakukan pemblokiran terhadap YouTube.

Saya berspekulasi bahwa youtube dapat mengancam keamanan negara tirai bambu tersebut. Kenapa? mungkin mereka punya argumen tersendiri tentang bahaya youtube di warga negaranya.

Bermacam-macam alasan kenapa Negara tersebut sampai memblokir YouTube dari Negaranya. Tapi disini kita hanya akan membahas alasan dari 1 Negara saja yaitu China.

Apa Alasan China memblokir YouTube?

Alasannya adalah karena China meyakini bahwa banyak konten ” Mengancam ” dan “berbahaya” untuk persatuan dan kedaulatan Negaranya. Lainnya adalah memonopoli produk asing, untuk mengembangkan aplikasi / website dalam negeri.

Konten Dilarang

Seperti tragedi Tiananmen ‘89; Gerakan Payung (demonstrasi di Hong Kong menolak pemerintahan terpusat); sampai konten-konten yang memuat tentang Republik Tiongkok (Taiwan), kebebasan berpendapat, penentangan pemerintah, pembelot negara dll.

Baca Juga : Karakter Generasi Milenial Beserta Dampak Plus Minusnya

Saya masih ingat hegemoni LINE, dan Instagram sampai akhir kejayaan semu mereka di Tiongkok tahun 2014. Sangat bingung mencari alternatif aplikasi kirim pesan yang digandrungi di Indonesia selain WeChat.

Saya pernah diceritakan senior saya sekitar tahun 2000 awal, Tiongkok masih dalam pengembangan sistem keamanan siber paling mutakhir yang mereka namakan “Great Firewall of China” yang memungkinkan pemerintah memblokir situs-situs atau konten internet yang tidak sesuai dengan kaidah dan cita-cita Negaranya.

Dengan melakukan pengawasan dan keamanan yang super tinggi, sehingga tidak peduli gawaimu menggunakan IP darimana, ketika masuk ke wilayah Tiongkok, kamu tidak akan bisa membuka situs / konten yang dilarang pemerintah.

Tahun 2009 menjadi awal mula “Great Firewall Of China” menunjukkan kebolehannya dengan memblokir situs-situs paling terkenal kala itu seperti, Facebook, YouTube, Twitter dan juga Blogspot.

Sebagai catatan, pemblokiran Facebook di China besar andilnya karena menjembatani para partisan referendum kemerdekaan Xinjiang (tempat etnis minoritas muslim Uyghur). Maka dari situlah pemerintah pusat mulai nyinyir dengan Xinjiang ini.

Jadi bukan karena mendiskreditkan salah satu sekelompok umat. Karena yang dapat memecah belah kaum itu sendiri adalah fitnah yang digabungkan dengan politik.

Diikuti dengan Instagram pada tahun (2014); Gmail dan Google (2014); Pinterest (2017); Whatsapp (2017); termasuk Quora (2018) dll. Tidak selesai sampai disitu saja, China juga memblokir akses VPN seperti ElephatnVPN (2013); VPN Coupons (2012); OpenVPN, Strong VPN (2011); dan yang paling baru pureVPN (2019).

Pengembangan produk dalam negeri

Kalau menurutmu Jack Ma adalah yang paling kaya di Tiongkok, pendapatmu tidak salah. Tapi kurang tepat karena masih ada yang menguntit persis dibelakang Alibaba, yaitu Tencent yang dikenal dengan pengembang QQ dan WeChat (layanan pesan dan aplikasi super). Dan bisa dipastikan seluruh orang Tionghoa baik yang didaratan.

Di luar negeri pasti memakai aplikasi ini. Untuk perpesanan; telepon gratis; pembayaran; hingga pemesanan tiket (pesawat, kereta, kapal, hotel). Coba bayangkan kalau di Tiongkok banyak dimasuki produk luar semacam LINE, Whatsapp, BBM atau yang lainnya? Bisa dipastikan WeChat tidak akan bertaji seperti sekarang ini.

Lainnya, buat orang Tionghoa tidak bisa lepas 1 hari pun dari Weibo (aplikasi sosial seperti Twitter) untuk mengunggah status, makanan dll. Bisa anda tebak berapa pengguna aktif Weibo yang hanya diakses secara domestik ini dengan Facebook yang bisa diakses secara global? Ya anda betul.

Walaupun Facebook masih memegang pengguna aktif terbanyak, tapi tidak bisa disangka peringkat ke 2 diambil oleh Weibo. Itu karena pasar Tiongkok yang sangat menjanjikan dengan SDM yang luar biasa banyak (seperempat masyarakat dunia adalah orang Tionghoa). Dan bayangkan kalau Facebook, Twitter masuk dan direstui pemerintah China? Dipastikan Weibo dan lainnya tidak akan seberkembang seperti sekarang.

Jadi ini juga dianggap penting ketika tidak ada (jarang) investor lain masuk, nilai jual produk dalam negeri di dalam negeri akan mengalami kenaikkan. Dan ketika itulah ekonomi China dari sektor informartika berkembang, dan sekarang menjadi ekonomi paling kuat di Dunia mengalahkan AS.

Demikian ulasan singkat saya mengenai alasa cina memblokir situs youtube. Artikel ini ditulis oleh salahs satu blog Fanblog. Dengan begitu ulasan ini dapat membantu kalian dalam menemukan alasan tentang cina blokir situs streaming seperti youtube.

moglogger Saya sebagai Search Engine Optimization, CEO, SEO Manager, SEO Analyzer, untuk mengoptimalkan kinerja pada Website.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *