Cara Menjadi Ibu Tak Lagi Marah dan Mengungkapkan Emosinya ke Anak
Cara Menjadi Ibu Tak Lagi Marah dan Mengungkapkan Emosinya ke Anak

Cara Menjadi Ibu Tak Lagi Marah dan Mengungkapkan Emosinya ke Anak

Adapun kriteria ibu pemarah dapat anda lakukan untuk menghadapinya. Namun beritahu jika ibu itu harus ulet dan bersabar ketika menghadapi buah hati. Berikut tips menjadi seorang ibu tidak pemarah lagi.

merubah sikap agar bersabar tidak marah lagi
Cara menjadi ibu tak marah kepada anak - anaknya. Kenapa ibu selalu marah padaku? Itu bisa disebabkan oleh beberapa kendala yakni kamu sebagai anak memiliki kesalahan dan sang ibu mempunyai masalah tentang pekerjaannya atau bahkan ia sedang mengalami masa sensitif tinggi.

Buat para moms diluar sana jangan sampai terlanjur memukul anak karena dampat anak sering dimarahi orangtua akan berimbas ke mental dan karakter dimasa dewasa nanti.

Baca : Tips Ampuh Membuat Pasangan Semakin Nyaman Akan Tidak Bisa Jauh Dari Kamu

Jadi, Anda sebagai orang tua harus menahan amarahnya didepan anak anak kita. Hukuman bagi orang tua memarahi kita dalam agama itu sebenarnya tidak ada, adanya cuma mengingatkan seorang anak jika ia merasa salah dalam melakukan tindakan suatu apapun.


Tugas kita sebagai ibu khususnya, harus memberitahu mereka bahwa mereka melakukan kesalahan dengan memberikan sedikit nasehat terhadap anak - anak kita sebab dimasa kanak - kanak inilah mereka harus menghadapi orang lain yang temperamental dan harus memiliki mental kuat juga dalam pendidikan karakter nya.

Apabila kamu kesal dengan orang tua, jangan dilampiaskan ke mereka karena suatu saat mereka akan balik marah kepada kamu sebab mereka juga memiliki sifat tidak bersabar.

Tips Buat Bunda dan Ayah Agar Menjadi Orang Sabar dan Ikhlas Tidak Pemarah

Apapun kondisinya anda tidak perlu memarahi sang buah hati tercinta, cukup dengan memberi ia sedikit nasehat bahwa tindakannya itu berlebihan dan kurang baik. Ajarkan sang anak kita untuk menjadi orang yang lebih baik dan mendidiknya hingga besar nanti menjadi orang berkarakter terbaik. Jika anda kerepotan dalam menahan amarah mungkin tips dibawah ini akan membantumu.

Saat Sedang Marah, Kaburlah Sejenak

saat sedang marah, kabur dari rumah sejenak

Saat marah, sulit untuk berpikir dengan rasional. Jika Anda tidak bisa menang bertarung melawan kemarahan Anda saat itu, terlambat untuk menyesal nantinya. Jika Anda merasa sudah hampir meledak, jangan ragu - ragu untuk kabur sebentar.

Baca : Mengenal Pria Sejati untuk Mendapatkan Pasangan Hidup Tentram dan Bahagia

Jika anda mendinginkan kepada anda kurang lebih 1 menit saja, maka akan menyadari bahwa pikiran anda akan jauh menjadi lebih tenang dari sebelumnya. Jika anda kembali dalam kondisi terkendali, maka anda mampu mengambil keputusan dengan lebih objektif.

Tarik Napas Dalam - Dalam dan Berpikirlah dengan Perlahan

tarik nafas buang nafas secara teratur untuk meredakan emosi

Anda napas yang dalam, dengan perlahan lalu tanamkan pikiran di kepala anda, "Aku adalah seorang ibu" dan atau "Aku adalah seorang ayah". Pikirkanlah juga anak anda. Anak - anak tidak akan melakukan kesalahan dengan sengaja. Mereka Hanya belum paham bahwa yang mereka lakukan itu salah.

Berpikirlah bahwa anak tidak akan dengan sengaja mencari masalah dan menantang Anda. Jika anda menarik napas secara dalam sambil berpikir demikian, niscaya akan menjadi lebih tenang lagi.

Saat Anda Marah, Lihatlah ke Dalam Cermin

lihatlah kedalam cermin muka anda

Saat anda sedang marah besar, pernahkan anda melihat diri anda di dalam cermin? Jangan - jangan anda bisa saja kaget dan ketakutan melihat bayangan wajah anda yang menyeramkan. Berpikirlah apakah anak tidak akan ketakutan saat anda menghadapinya dengan wajah seram itu.

Baca : Jangan Membuat Pasangan Kamu Ilfil, Kenali Dahulu Ciri yang Membuat Belahan Hati Ilfil

Dengan melihat bayangan wajah yang tegang di cermin, sedikit demi sedikit wajah anda akan berubah menjadi lebih rileks. Tenangkan diri anda sejenak sambil bercermin.

Ingat Kembali Penyesalan Anda Sesudah Anda Marah

ingat kembali penyesalan

Setelah meledakkan amarah terhadap anak, anda pasti akan merasa menyesal dan menyalahkan diri sendiri sambil berpikir "Kenapa aku tadi seperti itu, seharusnya aku bisa lebih bersabar". Ingatlah kembali hal itu agar anda tidak sampai menyesal kembali.

Meskipun telah berjanji tidak akan marah lagi, saat anda marah dan jika anda teringat sosok anda yang menyesal dan menyalahkan diri sendiri setelahnya, kali ini anda pasti berpikir dua kali sebelum marah lagi, ingatlah agar penyesalah tidak terjadi lagi.

Berpikirlah Sepositif Mungkin Tentang Niat/Maksud Anak Anda

positive thinking

Saat anak melakukan sesuatu, sebisa mungkin berpikirlah dengan positif tentang apa kira - kira tujuan atau alasannya melakukan hal tersebut. Ketika anak ngambek lalu menangis dan melempar barang, berpikirlah "Oh, rupanya adik ingin memberitahu aku bahwa ia sedang kesal, tapi karena ia belum bisa berbicara maka adik tidak tahu cara mengekspresikan kekesalannya, rupanya karena itu ia melempar barang".

Banyak situasi dimana kita tidak memikirkan alasan atau maksud di balik tingkah laku buah hati dengan lebih dalam, tetapi justru kita langsung menunjuk dan menyalahkan tingkah laku tersebut.

Tentu saja ada tingkah laku anak yang memicu anda marah, tetapi dari suduh pandang anak, mungkin baginya itu adalah permainan yang mennarik atau ia ingin mengekspresikan sesuatu tapi tidak tahu bagaimana caranya. Berpikirlah sepositif mungkin tentang alasan dan maksud dibalik perilaku anak.

Beritahu Kepada Anak Anda Bahwa Anda Sedang Marah, dengan Cara Selembut Mungkin

beritahu anak kalau anda sedang kesal

Namanya amarah, tentu saja sulit untuk menahan diri, oleh karena itu saat kepala anda sudah mulai mendidih, lebih baik sekalian diberitahukan kepadanya bahwa anda sedang tidak enak lagi. Tetapi, pilih ucapan dari kata - kata yang lembut dan enak didengar. Misal seperti ini "Bunda kesal karena kamu melempar barang. Melempar barang itu bukan tindakan yang baik. karena itu sekarang bunda sedang marah".

Anak mampu menangkap nada suara anda dan mampu membaca suasana hati anda sehingga ia akan berpikir seperti ini "Rupanya perilakuku membuat perasaan Bunda kesal".

Awalnya pasti tidak mudah mengekspresikan kemarahan dengan cara yang lembut karena kita harus memberi pengertian kepada anak sambil menahan emosi. Tetapi jika anda berhasil melakukannya sekali dua kali. Hal ini dapat memicu cara yang efektif untuk meredam amarah. Saat anda memberi penjelasan dan pemahaman kepada anak. Anda juga memberi waktu kepada diri sendiri untuk menjadi lebih tenang dan berpikir secara objektif.

Carilah Solusi Alternatif yang Fleksibel

mencari solusi alternatif

Biasanya, ketika ayah atau ibu sedang marah, banyak keadaan dimana anak justru semakin tidak mau menurut. Andai saja anak dengan mudah menuruti segala kemauan orangtua tentu saja sangat baik. Tetapi mana mungkin anak - anak bisa seperti itu.

Baca : Membangun Jalin Kasih Menjadi Dewasa Agar Menjadi Hubungan Profesional dengan Lawan Jenis

Mereka cenderung bertingkahlaku dengan spontan daripada mengikuti standar orangtua. Saat anak melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan kemauan anda dan ia keras kepala, baik juga untuk mencari solusi alternatif dengan cepat sebelum keadaan menjadi semakin diluar kendali.

Semisal anda memiliki lima hal yang anda inginkan sebagai orang tua, akan sulit meminta anak untuk melakukan kelima-limanya dengan sempurna sesuai dengan keinginan anda. Bisa saja anda melakukan tiga hal, bisa saja kurang satu. Carilah rencana alternatif terbaik lainnya.

Jangan Membayangkan, Lihatlah Apa yang Ada di Depan Mata Anda

lihatlah di depan mata

Amarah dihati anda akan menumpuk dan membesar. 'imajinasi' anda memiliki peran penting terhadap tumbuhnya 'penyekit' amarah anda. Jika anda tidak melihat situasi dengan objektif dan selalu membayangkan yang tidak - tidak. Anda akan lelah dan stres sendiri. Jangan terlalu banyak berpikir tentang sebab atau akibat yang buruk - buruk saja terhadap semua hal. Ambil keputusan dan bertindaklah dengan seobjektif mungkin.

Jika Tidak Bisa Dihindari, Nikmatilah

nikmatilah kekacauan sang anak

Apabila kekacauan yang dibuat anak sudah terlanjur terjadi, nikmatilah saja. Namanya sudah kejadian, pikirkan cara untuk membereskannya nanti saja dan nikmatilah sebisa mungkin dengan sabar. Jika anak menumpahkan satu kantong tepung terigu di lantai dapur, sekalian saja ajak anak bermain tepung tersebut sepuasnya maka si anak akan terlihat gembira sangat.

Jangan terlalu khawatir terhadap baju atau lantai yang kotor dulu. Mainlah dan nikmati dulu sepuasnya sampai semuanya masalah tidak teringat kembali.

Toh nasi sudah menjadi bubur. Pikirkan cara untuk mendisiplinkan buah hati nanti belakangan saja daripada anda memarahinya sekarang dan membuatnya sedih dan stres, lebih baik sekalian saja anda bermain bersamanya dengan senang dan gembira.

Tentu saja, setelah semua selesai dan dibereskan, anda tetap harus menyediakan waktu untuk memberi pengertian bahwa yang dilakukannya itu tidak benar dan mendisiplinkan anak.

Penutup

Tidak lama akan meredakan suatu kejolak api amarah ini. Mungkin sebagian besar dari anda sudah melakukan tips diatas untuk meredakan mendidihnya hati dan memanasnya kepala anda. Nah bisa saja tips diatas bermanfaat bagi orangtua muda yang masih menggenggam egonya agar tidak tertuang di keluarga kecilnya.

Mungkin itu saja dari saya mengenai tips menjadi ibu dan ayah dengan sabar dan ikhlas dalam menjaga sang buah hati agar tidak kena marah mereka. Dengan begitu cara ini akan menambah wawasan kalian semua. Selamat mencoba!!!

Baca juga:

Jika Anda merasa bahwa artikel di blog ini bermanfaat, Anda bisa memberikan donasi melalui Referrals atau dengan Klik Suka dan Ikutii. Dengan hormat saya ucapkan apabila kamu sudah sedikit mendonasikan kepada website ini untuk kedepannya lebih banyak memberikan informasi menarik. Terima kasih
Admin
Ngeblog hanya sekedar hobi tapi melihat penghasilan nambah gede, Saya lanjutkan hobis nulis ini untuk menambah kelancaran menulis
Buka Komentar